Dulu setiap kali aku dimarahi orangtuaku, aku selalu ngambek dan merasa bahwa sudah tidak ada lagi yang menyayangiku. Tetapi, sekarang sudah tidak pernah lagi. Karena suatu proses biologis dalam tubuhku, kini aku bisa berpikir lebih jauh dan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang aku alami. Salahsatu kejadiannya adalah sebuah hari special tanggal 25 Januari 2009 lalu.
24 Januari 2009, aku hampir saja marah dan ngambek ketika aku dimarahi orangtua. Tetapi, aku bisa menahannya. Marah itu tertahan terus dalam rongga dadaku sampai gas beracun itu menguap dengan sendirinya. Hal sepele yang sepertinya tidak terlalu berarti tersebut membuat sebuah pelajaran moral bagiku pada keesokan harinya.
25 Januari 2009, hari yang istimewa bagiku. Hari itu adalah hari di mana aku telah genap menjalani hidup selama 15 tahun. Hari ulangtahun dengan kata lainnya. Tidak ada perayaan khusus tahun ini, masing-masing keluargaku memberi selamat kepadaku. Setelah itu doa bersama agar kami sekeluarga diberi kesehatan, agar aku menjadi anak shaleh, dan lain sebagainya.
Tetapi, yang paling special dari hari libur ini adalah ketika aku mendapat hadiah dari keluargaku. Sekitar pukul 10 pagi, aku diajak orangtua ke toko buku. Sepertinya akan mendapat buku sebagai hadiah ulangtahun karena orangtua juga sudah tahu kalau semenjak kecil aku paling senang dengan buku.
Sampai di toko, aku diberi kebebasan untuk memilih buku yang aku sukai. Setelah memilih beberapa sat, akhirnya aku memilih novel Maryamah Karpov untuk melengkapi koleksi tetralogi Laskar Pelangi milikku. Setelah membayar di kasir, aku mulai merenung dalam hati.
Ternyata, hari itu selain hari ulangtahun yang kelimabelas, aku juga merasa bahwa kasih sayang orangtua kepada anaknya sangatlah besar. Tanpa kasih sayang orangtua, anak seperti bajak laut yang mengarungi samudera tanpa peta dan kompas. Mereka buta akan arah dan apa yang akan mereka capai. Tetapi, dengan adanya kasih sayang orangtua yang sepanjang masa, anak bagaikan semut yang selalu bisa berjalan mengikuti kelompoknya. Saling Bantu membawa makanan, dan tak kan pernah bisa dipisahkan. Berulangkali aku mengucap syukur kepada Allah, karena masih banyak manusia di dunia yang diliputi perasaan cinta dalam hatinya.
Terima kasih, tugasmu adalah pertama dibanding yang lian.
BalasHapusOk. Pak Pra coba bahasa. Secara umum tulisanmu sekaranng sudah menunjukkan kedewasaann. Tidaklagi seperti anak-anak SMP. hehehe. Buktimya kamu bisa nulsi mengalir dengan tetap berbpgang konsep.
Tatapi Rizal harus hati-hati pada cara penulisan. Ada kata-kata yang salah ketik dan mestinya harus dipisah. Contoh: pada paragraf satu, Salahsatu. Itu harus di pisah.
Ok, kalimat semacam ini kalo bisa diberi kata depan. Biar lebih manis. "Salahsatu kejadiannya adalah sebuah hari special tanggal 25 Januari 2009 lalu." Jika itu dibuat seperti "Salah satu kejadiannya adalah pada hari yang special tepatnya tanggal 25 Januari 2009 lalu."
Ingat hari itu buka buah, jangan pakai sebuah hari.
Dan yang lain mungkin masih ada. tolong di revis lagi yaa. Tapi pada dasarnya sudah bagus hanya saja butu latihan biar jadi makin manis.
Salam
Mr. Pra