Zinedine Risal Nara

Kehidupan adalah perantauan, dunia adalah petualangan, berjalan untuk taklukan, berjuang untuk dapatkan, semua yang kita inginkan

Tantangan Guru Dalam Masyarakat Modern

Melihat kenyataan saat ini, Modernisasi masyarakat tidak terelakkan lagi. Sukses pembangunan pemerintah yang lalu telah mengantarkan kita pada banyak perubahan masyarakat yang makin komplek. Sejumlah kemudahan hadir dihadapan kita untuk memanjakan manusia. Tetapi sejumlah problem baru juga muncul sebagai dampak dari pembangunan itu sendiri. Perubahan masyarakat tersebut akan menyentuh seluruh warga masyarakat, lebih-lebih profesi guru yang salah satu tugasnya mamang menjadi pembaharu (innovator) bagi masyarakatnya melalui transformasi nilai-nilai, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Karena fungsi sebagai inovator itulah, maka guru tidak bisa tinggal diam membiarkan dirinya sekedar terbawa oleh arus modernisasi itu sendiri. Guru harus ada di dalamnya dan berperan mengarahkan dan memperkaya proses modernisasi dimasa depan, proses modernisasi tersebut akan semakin cepat dengan kandungan masalah yang makin konplek pula. Dengan adanya perubahahan yang cepat di bidang teknologi dan informasi maka perubahan tersebut pada akhirnya akan membawa perubahan dalam dunia pendidikan.

Dan akhirnya, kenajuan teknologi dan informasi akan menimbulkan tuntutan pada sekolah untuk meningkatkan jumlah dan bobot ilmu pengetahuan ilmiah yang disajikan kepada para siswa.

Tuntutan-tuntutan masyarakat sebagai akibat dari proses perubahan masyarakat dari tradisional ke modern, dari tertutup menjadi terbuka, dari feudal menjadi demolratis dan dari pasif manjadiaktif, tentulah maenjadi tantangan guru yang tidak ringan. Dan guru tidak bisa membiarkan tuntutan-tuntutan itu berlalu begitu saja karena akan menyebabkan eksitensi guru ditinggalkan masyarakatnya. Peran guru harus menjawabnya. Apakah jawaban itu?

Pertama, guru harus benar-benar menjadi pekerjaan professional, yakni hanya dimiliki oleh mereka yang benar-benar karena pangilan hati, dan diperoleh setelah melalui pendidikan khusus dengan capaian ilmu pendukung yang luas dan mendalam. Guru yang professional akan memiliki kemampuan bagaimana cara belajar (how to learn), untuk selanjutnya bisa mempraktikkan konsep pendidikan sepanjang hidup (long life education). Guru yang tidak mampu balajar sepanjang hayat akan tertinggal oleh kereta perubahan yang terus berlari cepat menembus ruang dan waktu.

Kedua, memiliki kemampuan untuk menyeleksi informasi, memahami dan menganalisis informasi, kemampuan mengembangkan informasi lebih lanjut, dan kemampuan untuk mengembangkan berbagai alternatif dan mengambil keputusan berdasarkan informasi terebut. Misalnya, mengembangkan model-model pengajaran untuk menjelaskan sesuatu yang baru bagi anak didik.

Ketiga, guru harus memiliki kemampuan menjadi model anak didik di tengah perubahan nilai dan norma yang begitu cepat. Ini bukan pekerjaan, karena guru pada dasarnya manusia yang juga tak lepas dari godaan yang datang dari berbagai arah. Dedikasi moral dan runtuhnya nilai-nilai social lingkungannya mau tak mau akan dirasakan oleh guru. Bukan berarti guru harus suci laksana malaikat, tetapi sebagai manusia sumber ia tetaplah harus tampil sebagai model ideal. Tanpa memiliki kinerja semacam itu, guru akan kehilangan kewibawaannya.

Keempat, guru harus memiliki kemampuan untuk memahami kehidupan anak didik sebagai individu ataupun sebagai kelompok. Sebagai individu, ia sebagai makhluk yang berbeda dengan makhluk lain, karenanya harus dilayani berdasarkan kemampuan-kemampuan dan minat yang dimiliki. Sedangkan sebagai anggota kelompok ia harus diajari bagaimana menyesuaikan diri dalam kehidupan sosial, berinteraksi dan berkomunikasi dengan indivisu lain yang berbeda latar belakang dan kemampuannya.

Kelima, guru harus memiliki kemandirian dan percaya diri. Ia harus bangga dengan jabatannya, bahwa profesi yang dimasuki adalah pilihan hidup, bukan sekedar kebetulan. Guru yang rendah diri (inferior) akan terasing dari lingkungannya. Ia tak mungkin mampu bekerja maksimal dan mengembangkan kemampuannya karena selalu dibebani oleh penyakit rendah diri, baik di hadapan siswa, orangtua murid, maupun masyarakat luas.

Keenam, guru harus memiliki wawasan pengetahuan umum yang luas. Harus diingat, bahwa guru kini bukan satu-satunya sumber informasi. Sekarang begitu banyak media massa, baik cetak maupun elektronik. Media massa ini kecuali berfungsi hiburan dan kontrol sosial, juga berfungsi education. Berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi bisa disebarkan oleh media massa ini. Guru yang tidak bergaul akrab dengan media massa akan tenggelam oleh arus informasi. Boleh jadi para siswa justru lebih tahu daripada gurunya karena sang siswa aktif bergumul dengan media massa.

Untuk ke sana, tentulah tidak bisa guru berjalan sendiri. Ia memerlukan dukungan sarana maupun prasarana. Hal yang paling mendesak sesungguhnya adalah tingkat kesejahteraan yang memadai. Adalah sulit merealisasikan guru yang professional jika penghasilan guru hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Sebab untuk memenuhi tuntutan profesi tadi, seorang guru harus membaca buku, membaca majalah, membaca koran, mendengarkan radio dan televise, studi tour ke lembaga-lembaga sumber pengetahuan dan sebagainya. Penghasilan yang memadai walaupun bukan jaminan sepenuhnya akan memungkinkan para guru memenuhi tugasnya sebagai guru professional dalam masyarakat modern.

Opini ditulis dengan pengarahan dan bimbingan Fatchan (kakek penulis blog), seorang pensiunan guru di Tuban.

Beberapa dicuplik dari majalah Mimbar Pembangunan Agama (MPA), terbitan Depag Surabaya.

Surat Untukmu, Guruku

Kepada
Yth. Bapak Mat Sholeh
di tempat

Assalamualaikum

Pak Sholeh, semoga hingga datangnya surat ini Anda masih diberikan kesehatan dan senantiasa dalam lindungan-Nya. Hari ini adalah hari guru, jadi saya mengucapkan selamat hari guru kepada Pak Sholeh. Semoga pengabdian Anda di dunia pendidikan dibalas dengan kebaikan oleh Allah SWT.

Saya di sini hanya akan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Sholeh atas bekal ilmu yang telah diberikan selama saya duduk di Madrasah Ibtidaiyah. Berkat ilmu yang telah bapak berikan, saya dapat menjadi seperi yang sekarang ini. Walaupun rasanya terima ksih yang saya ucapkan tak sepadan dengan besarnya ilmu yang telah Anda berikan, semoga Anda tetap mau menerimanya.

Pak, berkat Andalah kecintaan saya terhadap pelajaran Matematika bertambah. Cara mengajar Anda sebagai guru adalah termasuk yang terbaik. Selama saya belajar di sekolah, Anda termasuk guru yang bila mengajar mudah dicerna dan mengasyikkan. Karena itulah, Anda menjadi salah satu guru favorit saya.

Say masih ingat ketika pertama kali Anda masuk kelas saya. Waktu itu saya masih duduk di bangku kelas 3. Dengan tatanan rambut yang khas yang hingga saat ini tak berubah, membuat Anda tampak berwibawa. Cara mengajar yang asyik, mudah dicerna, dan sabar terhadap anak didik menimbulkan kesan mendalam di hati saya.

Selain pandai matematika, Bapak juga pandai dalam hal Pramuka. Saya masih ingat ketika tali Pramuka yang dibuatkan Abah rusak saat latihan, Bpak yang memperbaikinya. Hal-hal menyenangkan selama saya latihan Pramuka inilah yang membuat saya semangat melanjutkannya di SMP.

Tak banyak yang bis saya ungkapkan dalam surat ini kecuali rasa terimakasih yang mendalam. Atas semua yang telah Bapak lakukan selama sya belajar di MI. Selamat haru guru, Pak Sholeh. Semoga Anda tak pernah jenuh dan bosan memberikan ilmu pada murid-muridmu.

Wassalamualaikum,

Ahmad Hasan Saifurrisal

Pesan Terakhir Shinobi Legenda, Jiraiya


Shinobi bukan dilihat dari cara hidupnya, tapi kematiannya…
Kehidupan shinobi dinilai bukan dari bagaimana menjalaninya, tapi dari apa yang sudah dilakukannya…
Kalau kuingat lagi, ceritaku penuh kegagalan…
Ditolak Tsunade…
Tidak bisa menghentikan teman…
Tidak bisa melindungi murid dan guru…
Kalau dibandingkan dengan keberhasilan para Hokage…
Apa yang sudah kulakukan hanya hal-hal konyol yang tidak berguna…
Aku juga ingin mati seperti para Hokage pendahulu…
Suatu cerita ditentukan dari kualitas ‘akhirnya’…
Kegagalan juga menyenangkan! Aku hidup dengan kepercayaan bahwa cobaan itu berguna untuk menempa diri sendiri…
Sebagai gantinya…
Untuk membayar kegagalanku selama ini, aku akan meraih prestasi luar biasa…
Mati sebagai shinobi yang hebat!
Begitulah seharusnya. Fu fu…
Tapi, ‘akhir’ itu harus dengan cara mati seperti ini…
Tetua sennin katak meramalkanku sebagai ‘orang yang akan membimbing pembawa perubahan’…
Orang yang akan membuat pilihan besar yang mempengaruhi stabilitas dan kehancuran dunia shinobi…
Mengalahkan Pain, menghentikan Akatsuki, dan menyelamatkan dunia shinobi dari kehancuran…
Pada akhirnya, aku juga gagal dalam pilihan itu…
Menyedihkan…
Tak kusangka, ini akan jadi akhir dari kisah kepahlawanan Jiraiya…
Cerita konyol…

15 November 2009, 07.45 WIB

[Hot Game] Astro Boy: The Video Game

Sebentar lgi, film Astro Boy akan diputar. Game-nya juga bisa kita nikmati, lho! Judulnya Astro Boy: The Video Game untuk konsol Wii, PS2, PSP, dan Nintendo DS. Nyaris semua yang ada di film juga bisa ditemui di game. Termasuk, pengisi suara Freddie Highmore dan Kristen Bell. Game ini akan dirilis secara bersamaan di seluruh dunia pada 23 Oktober 2009.

Jalan ceritanya sama dengan di film. Astro Boy akan melindungi Metro City dari incaran kekuatan jahat bernama President Stone dengan pasukan robotnya. Gameplay Astro Boy: The Video Game serba action. Astro Boy akan memakai semua senjata dan kekuatan yang dimilikinya. Mulai dari Finger Laser, Arm Cannon, Twin Machine Guns, sampai Drill Attacks. Kita akan bertarung dengan pasukan robot yang ganas. Beberapa robot benar-benar baru karena sebelumnya tidak pernah terlihat di serial Astro Boy. Lokasi pertarungan tidak hanya di Metro City, tapi juga di tempat-tempat lain seperti Surface yang misterius.

Astro Boy punya kemampuan untuk menghindari senjata lawan atau meluncur cepat menjauhi daerah berbahaya. Terdapat banyak item yang bisa diambil yang bisa dipakai untuk meng-unlock gambar art Astro Boy di berbagai versi. Kita bisa bermain sendirian atau berdua dengan teman memanai co-op mode di versi PS2 dan Nintendo Wii. Menu permainannya ada story mode yang kalau diselesaikan bisa sampai waktu 8 jam. Selain itu ada arena moe seperti game survival untuk mencetak angka setinggi-tingginya.

Sumber: Majalah XY Kids! Dengan beberapa perubahan

27 Oktober 2009 pukul 14.47 WIB

Awang Adi Nugraha, Jagoan Futsal dari SMAdaBo

Cowok yang kini duduk di kelas XI IA 1 ini, selain mengemban tugas sebagai kelas rupanya juga jago bermain futsal. Dialah, Awang Adi Nugraha, atau yang biasa dipanggil Awang. Cowok kelahiran Tuban, 16 tahun lalu ini telah hobi bermain bola sejak kecil. Seperti apa sosok cowok ramah yang satu ini?

Dalam sebuah kesempatan, saya berhasil menginterview jagoan futsal ini. “Aku suka main bola sejak kecil, tapi kenal dan suka futsal sejak kelas 1 SMP,” ujarnya membuka perbincangan kami siang itu. Berbekal dari ketertarikannya akan futsal, ia kemudian mengembangkannya dengan mengikuti ekstrakurikuler futsal di sekolahnya. Kini, cowok yang dulu bersekolah di SMPN 5 Bojonegoro ini menjadi penyerang yang ditakuti para lawannya, berkat kemampuannya mengolah bola yang mirip Robinho tersebut.

“Melalui futsal, aku bisa mengekspresikan dan meluapkan emosi dalam diri. Selain itu, permainannya yang cepat menuntut kita harus menggunakan strategi jitu,” jelasnya panjang lebar ketika ditanya mengapa lebih memilih futsal ketimbang olahraga lainnya. Cowok yang sering berlatih futsal di BSC ini mengaku bahwa kemampuan yang ia miliki saat ini tak lepas dari bimbingan Mas Tian, guru ekstra futsal di SMAdaBo.

Juara 1 futsal tahun 2007 dan juara 4 tahun 2009 se-Kabupaten Bojonegoro adalah buah kerja keras penggemar klub Juventus ini. Namun, tak puas sampai di sini, pengidola del Piero ini berharap agar ia dapat terus mendapat prestasi-prestasi yang lebih baik lagi dengan giatnya ia berlatih futsal di SMAdaBo. “Namun, yang lebih penting adalah aku bisa mendapat suatu kepuasan bermain tersendiri,” ucap Awang mengakhiri perbincangan kami siang itu.

Biodata
Nama lengkap: Awang Adi Nugraha
Panggilan: Awang
TTL: Tuban, 10 April 1993
Alamat: Jalan Raya Soko No. 449, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban
Nama Ortu:
Ayah: Sukamto (guru)
Ibu: Maria Uifah (ibu rumah tangga)
Hobi: Bermain bola
Cita-cita: Polisi
Prestasi:
Juara 1 futsal tahun 2007 se-Kabupaten Bojonegoro
Juara 4 futsal tahun 2009 se-Kabupaten Bojonegoro
Top skor SMP tahun 2007
Sekolah:
TK Bhayangkari Soko
SDN Sokosari 1
SMPN 5 Bojonegoro
SMAN 2 Bojonegoro

14 Oktober 2009, 20.25 WIB